Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
100
Kitab
Adab-adab Makanan Mengucapkan Bismillah Pada Permulaan Makan Dan Alhamdulillah
Pada Penghabisannya
Keterangan:
Setiap manusia hidup pasti memerlukan makan minum. Ini sudah
menjadi keharusan, sebab tanpa itu tentu mati. Tetapi makan dan minum itupun
wajib menurut aturan nya.jangan asal suka, terus dimasukkan saja, sehingga
perut menjadi sesak dan padat, penuh dan tidak ada kelonggarannya samasekali.
Dalam Hadis-hadis di bawah ini
Rasulullah s.a.w. memberikan tuntunan kepada kita:
Tidak satu wadahpun yang diisi oleh seseorang sampai penuh yang
lebih buruk daripada ia mengisi perutnya. Ini adalah sebagai anjuran secara
halus bahwa kita kalau makan jangan terlampau penuh dan padat isi perut itu.
Oleh sebab itu Nabi s.a.w. pernah bersabda:
"Kita - kaum Muslimin - adalah suatu kaum yang tidak akan
makan sehingga kita merasa lapar dan apabila kita makan tidak sampai
kekenyangan."
Kegemaran makan sampai padat adalah
sesuatu yang amat dikhawatirkan oleh
Rasulullah s.a.w. atas ummatnya, sebagaimana sabdanya:
"Yang paling saya takuti di antara hal-hal yang saya
takuti atas ummatku ialah besarnya perut, gendut karena banyak makan, terus
menerus tidur, kegemaran tidur yang melampaui batas, malas-malasan dan lemahnya
keyakinan, tidak mempunyai pendirian yang tegas dan mantap."
Makan itu secukupnya saja asalkan tulang dapat berdiri untuk
dapat digunakan bekerja, yakni tidak sampai kehilangan semangat sebab lapar.
Isi perut hendaklah dibagi tiga macam, yakni sepertiga untuk
makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas serta
letak udara yang perlu dikosongkan, sehingga jiwa menjadi baik dan bersih.
Ada beberapa hal
yang perlu kita perhatikan sehubungan dengan urusan makan minum ini, yaitu:
Perut besar itu adalah rumah penyakit, sedang menjaga diri
sebelum sakit adalah pokok pangkal pengobatan, karena jikalau telah sakit tentu
sukar diobati dan tentu makan waktu untuk kesembuhannya. Oleh sebab itu berlaku
sederhanalah dalam makan minum,
Bukan banyaknya makanan yang menyebabkan kuatnya tubuh, tetapi
makan secukupnya itulah yang membuat tubuh menjadi bersemangat dan menyebabkan
kecerdikan dan berfikir.
Jikalau perut sudah terisi banyak makanan, maka sempitlah
jadinya untuk isi minuman. Jikalau sudah di is i terlampau banyak dengan
minuman, maka sempitlah jadinya untuk diisi udara. Kalau demikian itu, terjadi,
maka kelesuan, kemalasan, kelelahan akan menghinggapi orang yang berbuat
semacam itu. Hal ini sangat membahayakan kesihatannya, sebab akhirnya akan
sering sakit-sakitan tubuhnya dan jiwanya menjadi pemalas dan gemar menganggur,
fikirannya tumpul dan hilanglah semangat kerjanya.
Akibatnya timbullah berbagai
angan-angan yang buruk dalam fikirannya.
367
Menilik hal-hal
di atas itu, maka dapatlah kita menilai, betapa tinggi ajaran yang diberikan
oleh Rasulullah s.a.w. itu kepada ummatnya. Selanjutnya terserahlah kepada kita
sendiri untuk melaksanakan atau mengabaikannya. Semoga Allah memberikan taufik
kepada kita agar kita dapat selalu mengikuti dan mengamalkan ajaran-ajarannya
itu. Amin.
Apa yang
diuraikan dalam nomor tiga di atas adalah sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad
s.a.w. kepada seluruh ummatnya dan disabdakan dalam sebuah Hadis yang
diriwayatkan oleh Imam-imam Ahmad, Termidzi, Nasa'i serta Ibnu Majah yang oleh
Imam Termidzi dikatakan sebagai Hadis hasan. Hadis ini diterima dari sahabat
Almiqdam bin Ma'dikariba r.a.
Adapun sabda Rasulullah yang
dimaksudkan ialah:
"Tiada seorang anak Adam (manusia)pun yang memenuhi
sesuatu wadah yang lebih buruk daripada perut. Cukuplah anak Adam (manusia) itu
makan beberapa suap saja yang dapat mendirikan (menguatkan) tulang belakangnya.
Oleh sebab itu, apabila perut itu mesti diisi, cukuplah sepertiga untuk
makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga lagi untuk pernafasannya
(jiwanya)."
Dari 'Amr bin Abu Salamah radhiallahu 'anhuma, katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda kepadaku:
"Ucapkanlah
Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari makanan yang
ada di dekatmu." (Muttafaq 'alaih)
726. Dari Aisyah radhiallahu 'anha,
katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Apabila
seseorang dari engkau semua makan, maka hendaklah menyebutkan nama Allah Ta'ala
- yakni mengucapkan Bismillah. Jikalau ia terlupa menyebutkan nama Allah Ta'ala
pada permulaan makannya itu, maka hendaklah mengucapkan: "Bismillahi
awwalahu wa akhirahu," artinya: Dengan nama Allah pada permulaan makan dan
pada penghabisannya.
Diriwayatkan
oleh Imam-imam Abu Dawud dari Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah
Hadis hasan shahih.
727. Dari Jabir r.a., katanya:
"Saya mendengar Rasululiah s.a.w. bersabda:
"Apabila
seseorang itu masuk rumahnya, lalu ia berzikir kepada Allah di waktu masuknya
dan ketika makannya, maka syaitan berkata kepada kawan-kawannya: "Engkau
semua tidak dapat memperoleh tempat bermalam serta makanan. Tetapi jikalau
orang itu masuk lalu tidak berzikir kepada Allah Ta'ala ketika masuknya, maka
syaitan berkata: "Engkau semua dapat memperoleh tempat bermalam."
Selanjutnya jikalau orang tadi tidak pula berzikir kepada Allah Ta'ala ketika
makannya, maka syaitan tadi berkata: "Engkau semua dapat memperoleh tempat
bermalam serta makanan." (Riwayat Muslim)
Dari Hudzaifah r.a., katanya: "Kita semua itu apabila
mendatangi makanan bersama Rasululiah s.a.w., maka kita tidak akan meletakkan
tangan-tangan kita lebih dulu sebelum Rasulullah s.a.w. memulainya, lalu beliau
meletakkan tangannya. Sesungguhnya kita semua pernah mendatangi makanan pada
suatu ketika bersama beliau s.a.w., lalu datanglah seorang jariah - wanita,
mungkin seorang hamba sahaya atau seorang merdeka, seolah-olah ia dijorokkan -
karena amat cepat jalannya, lalu ia maju untuk meletakkan tangannya pada
makanan, kemudian Rasululiah s.a.w. mengambil tangannya - dilarang
368
makan dulu.
Seterusnya datang pulalah seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri Arab,
seolah-olah ia dijorokkan, lalu tangannya diambil pula oleh beliau s.a.w.
Setelah itu Rasululiah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya syaitan itu mencari
halalnya makanan itu apabila tidak disebutkan nama Allah Ta'ala atasnya - yakni
tidak dibacakan Bismillah lebih dulu. Sebenarnya syaitan itu datang dengan
membawa jariah ini untuk mencari halalnya makanan ini baginya, tetapi saya
telah mengambil - yakni menahan - tangannya. Kemudian datang pulalah syaitan
tadi dengan membawa orang A'rab ini untuk mencari halalnya makanan ini baginya,
lalu saya ambil pula tangannya. Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman
kekuasaanNya, sesungguhnya tangan syaitan itu ada di dalam genggaman tanganku int
bersama kedua tangan orang yang kupegang ini."
Sesudah itu
beliau s.a.w. menyebutkan nama Allah Ta'ala - yakni membaca Bismillah - lalu
makan." (Riwayat Muslim)
Dari Umayyah bin Makhsyi as-Shahabi r.a., katanya:
"Rasulullah s.a.w. - pada suatu ketika - duduk di situ ada seorang lelaki
yang makan lalu tidak mengucapkan Bismillah, sehingga makanannya tidak
tertinggal melainkan sesuap saja. Setelah orang itu mengangkatkan sesuatu yang
tertinggal tadi di mulutnya, tiba-tiba ia mengucapkan: Bismillahi awwalahu wa
akhirahu." Kemudian Nabi s.a.w. ketawa latu bersabda: "Tidak
henti-hentinya syaitan tadi makan bersama orang itu. Tetapi setelah ia ingat
untuk mengucapkan nama Allah - yakni setelah membaca Bismillah, maka syaitan
tadi memuntahkan seluruh makanan yang telah ada dalam perutnya. (Riwayat Abu
Dawud dan nasa'i)
Dari Aisyah radhiallahu'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w.
-pada suatu ketika - hendak makan sesuatu makanan bersama enam orang
sahabat-sahabatnya. Lalu datanglah seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri
Arab, kemudian makan makanan itu dalam dua kali suap saja. Rasulullah s.a.w.
lalu bersabda: "Sesungguhnya saja andaikata orang ini suka membaca
Bismillah - sebelum makannya tadi - niscaya makanan itu dapat mencukupi engkau
semua pula -karena adanya keberkahan dalam makanan itu."
Diriwayatkan
oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.
Dari
Abu Umamah r.a. bahwasanya nabi s.a.w. apabila mengangkat hidangannya
yakni setelah selesai makan - beliau s.a.w. mengucapkan - yang
artinya: "Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, makanan yang suci
serta diberkahi, tidak diremehkan serta tidak pula dianggap kurang berguna, ya
Tuhan kita." (Riwayat Bukhari)
Dari
Mu'az bin Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa
yang setelah selesai makan sesuatu makanan lalu mengucapkan - yang artinya:
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan ini padaku dan
memberikan rezeki itu padaku tanpa adanya daya serta kekuatan daripadaku, maka
diampunkanlah untuknya apa-apa yang telah terdahulu dari dosanya."
Diriwayatkan
oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis
hasan.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan