Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
80
Wajibnya
Mentaati Pada Penguasa Pemerintahan Dalam Perkara-perkara Bukan Kemaksiatan Dan
Haramnya Mentaati
Mereka Dalam Urusan Kemaksiatan
Allah Ta'ala berfirman:
"Hai sekalian orang yang beriman, taatlah engkau semua
kepada Allah dan taat pulalah kepada Rasulullah, juga kepada orang-orang yang
memegang pemerintahan dari kalanganmu sendiri." (an-Nisa': 59)
661. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma
dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Wajib atas
seseorang Muslim untuk mendengar dengan patuh serta mentaati, baik dalam hal
yang ia senangi dan yang ia benci, melainkan jikalau ia diperintah untuk
sesuatu kemaksiatan. Maka apabila ia diperintah - oleh penguasa pemerintahan -
dengan sesuatu kemaksiatan, tidak bolehlah ia mendengarkan perintahnya itu dan
tidak boleh pula mentaatinya." (Muttafaq 'alaih)
Dari Ibnu Umar r.a. pula, katanya: "Kita semua itu apabila
berbai'at kepada Rasulullah s.a.w. untuk mendengar dengan patuh dan mentaati -
apa-apa yang diperintahkan olehnya, beliau s.a.w. selalu bersabda: "Dalam
apa yang engkau semua kuasa melaksanakannya - yakni dengan sekuat tenaga yang
ada padamu semua." (Muttafaq 'alaih)
Dari
Ibnu Umar r.a. pula, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
Barangsiapa yang
melepaskan tangan ketaatan - yakni keluar dari ketaatan terhadap penguasa
pemerintah, maka orang itu akan menemui Allah pada hari kiamat, sedang ia tidak
mempunyai hujah -alasan lagi untuk membela diri dari kesalahannya itu. Adapun
yang meninggal dunia sedang di lehernya tidak ada pembai'atan - untuk mentaati
pada pemerintahan yang benar, maka matilah ia dalam keadaan mati
jahiliyah." (Riwayat Muslim)
Dalam riwayat
Imam Muslim yang lain disebutkan: "Dan barangsiapa yang mati dan ia
menjadi orang yang memecah belah persatuan ummat - kaum Muslimin, maka
sesungguhnya ia mati dalam keadaan mati jahiliyah."
Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Dengarlah olehmu semua dengan patuh dan laatlah pula, sekalipun yang
digunakan - yakni yang diangkat sebagai pemegang pemerintahan - atasmu semua
itu seorang hambasahaya keturunan Habsyi - orang berkulit hitam,yang di
kepalanya itu seolah-olah ada bintik-bintik hitam kecil-kecil." (Riwayat
Bukhari)
Dari
Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Wajiblah
atasmu itu mendengar dengan patuh serta mentaati baikengkau dalam keadaan sukar
ataupun lapang, juga baik engkau dalam keadaan rela menerima perintah itu
335
ataupun dalam keadaan membencinya dan
juga dalam hal yang mengalahkan kepentingan dirimu sendiri." (Riwayat
Muslim)
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Kita
semua bersama Rasulullah s.a.w. dalam bepergian, kemudian kita turun berhenti
di suatu tempat pemberhentian. Diantara kita ada yang memperbaiki pakaiannya,
ada pula yang berlomba panah-memanah dan ada pula yang menyampingi
ternak-ternaknya. Tiba-tiba di kala itu berserulah penyeru Rasulullah s.a.w.
mengatakan: "Shalat jamaah akan segera dimulai." Kita semua lalu
berkumpul ke tempat Rasulullah s.a.w., kemudian beliau bersabda:
"Sesungguhnya saja tiada seorang
Nabipun yang sebelum saya itu, melainkan adalah haknya untuk memberikan
petunjuk kepada ummatnya kepada apa-apa yang berupa kebaikan yang ia ketahui
akan memberikan kemanfaatan kepada ummatnya itu, juga menakut-nakuti dari
keburukan apa-apa yang ia ketahui akan membahayakan mereka. Sesungguhnya
ummatmu semua ini keselamatannya diletakkan di bagian permulaannya dan kepada
bagian penghabisannya akan mengenailah suatu bencana dan beberapa persoalan
yang engkau semua mengingkarinya - tidak menyetujui karena berlawanan dengan
syariat. Selain itu akan datang pula beberapa fitnah yang sebagiannya akan
menyebabkan ringannya bagian yang lainnya. Ada pula fitnah yang akan datang,
kemudian orang mu'min berkata: "Inilah yang menyebabkan kerusakanku,"
lalu fitnah itu lenyaplah akhirnya. Juga ada fitnah yang datang, kemudian orang
mu'min berkata: "Ini, inilah yang terbesar - dari berbagai fitnah yang
pernah ada." Maka barangsiapa yang senang jikalau dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan dalam syurga, hendaklah ia sewaktu didatangi oleh kematiannya itu,
ia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir, juga memperlakukan para
manusia dengan sesuatu yang ia senang jika diperlakukan sedemikian itu oleh
orang lain. Dan barangsiapa yang membai'at seseorang imam - pemuka, lalu ia
telah memberikan tapak tangannya - dengan berjabatan tangan - dan memberikan
pula buah hatinya - sebagai tanda keikhlasan, maka hendaklah ia mentaatinya
apabila ia kuasa demikian - yakni sekuat tenaga yang ada pada dirinya.
Selanjutnya jikalau ada orang lain yang hendak mencabut -merampas kekuasaan
imam yang telah dibai'at tadi, maka pukullah leher orang lain itu-yakni
perangilahyang membangkangtersebut. (Riwayat Muslim)
Sabdanya: yantadhilu artinya berlomba dengan permainan
melemparkan panah atau berpanah-panahan. Aljasyaru
dengan fathahnya jim dan syin mu'jamah dan dengan ra', yaitu binatang-binatang
yang sedang digembalakan dan bermalam di tempatnya itu pula. Sabdanya: yuraqqiqu ba'dhuha ba'dhan artinya yang
sebagian membuat ringan pada yang sebagian lagi, sebab besarnya apa yang datang
sesudah yang pertama itu. Jadi yang kedua menyebabkan dianggap ringannya yang
pertama. Ada yang mengatakan bahwa artinya ialah yang sebagian menggiring yakni
menyebabkan timbulnya sebagian yang lain dengan memperbaguskan serta
mengelokkannya, juga ada yang mengatakan bahwa artinya itu ialah menyerupai
yang sebagian pada sebagian yang lainnya.
Dari Abu Hunaidah yaitu Wail bin Hujr r.a., katanya:
"Salamah bin Yazid al-Ju'fi bertanya kepada Rasulullah s.a.w., lalu ia
berkata: "Ya Nabiullah, bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau kita semua
diperintah oleh beberapa orang penguasa, mereka selalu meminta hak mereka dan
menghalang-halangi apa yang menjadi hak kita. Apakah yang Tuan perintahkan itu
terjadi?" Beliau s.a.w. memalingkan diri dari pertanyaan itu - seolah-olah
tidak mendengarnya. Kemudian Salamah bertanya sekali lagi, kemudian Rasulullah
s.a.w. bersabda: "Dengarlah olehmu semua - apa yang diperintahkan - dan
taatilah, sebab hanyasanya atas tanggungan mereka sendirilah apa-apa yang
dibebankan pada mereka -
336
yakni bahwa
mereka berdosa jikalau mereka menghalang-halangi hak orang-orang yang di bawah
kekuasaannya - dan atas tanggunganmu sendiri pulalah apa yang dibebankan padamu
semua - yakni engkau semua juga berdosa jikalau tidak mentaati pimpinan orang
yang sudah sah dibai'at." (Riwayat Muslim)
666. Dari Abdullah bin Mas'ud r.a.,
katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya
saja akan datanglah sesudahku nanti suatu cara mementingkan diri sendiri - dari
golongan penguasa negara sehingga tidak memperdulikan hak kaum Muslimin yang
diperintah -serta beberapa perkara-perkara yang engkau semua mengingkarinya -
tidak menyetujui karena menyalahi ketentuan-ketentuan syariat." Para
sahabat lalu berkata: "Ya Rasulullah, kalau sudah demikian, maka apakah
yang Tuan perintahkan kepada yang orang menemui keadaan semacam itu dari kita -
kaum Muslimin?" Beliau s.a.w. menjawab: "Engkau semua harus
menunaikan hak orang yang harus menjadi tanggunganmu dan meminta kepada Allah
hak yang harus engkau semua peroleh." (Muttafaq 'alaih)
669. Dari Abu Hurairah r.a., katanya;
"Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa
yang taat kepadaku, maka ia telah mentaati Allah dan barangsiapa yang
bermaksiat kepadaku, maka ia telah bermaksiat pula kepada Allah dan barangsiapa
yang mentaati amir - pemegang pemerintahan, maka ia benar-benar mentaati saya
dan barangsiapa yang bermaksiat kepada amir, maka ia benar-benar bermaksiat
kepada saya." (Muttafaq 'alaih)
670. Dari lbnu Abbas radhiallahu
'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa
yang membenci sesuatu tindakan dari amirnya - yang memegang pemerintahannya,
maka hendaklah ia bersabar, sebab sesungguhnya saja barangsiapa yang keluar -
yakni membangkang - dari seseorang sultan - penguasa negara - dalam jarak
sejengkal, maka matilah ia dalam keadaan mati jahiliyah." (Muttafaq
'alaih)
671. Dari Abu Bakrah r.a., katanya:
"Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa
yang merendahkan seseorang sultan - penguasa negara, maka ia akan direndahkan
oleh Allah."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia
mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
Dalam bab ini
masih ada lagi beberapa Hadis lain yang disebutkan dalam kitab shahih dan
sebagian telah terdahulu uraiannya dalam beberapa bab di muka.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan