Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
28
Menutupi
Cela-cela Kaum Muslimin Dan Melarang Untuk Menyiar-nyiarkannya Tanpa Adanya
Dharurat
Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang suka jikalau keburukan itu merata di kalangan
orang-orang yang beriman, maka orang-orang yang bersikap demikian itu akan
memperoleh siksa yang pedih, baik di dunia maupun di akhirat."
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Tiada
seseorang hambapun yang menutupi cela seseorang hamba yang lainnya di dunia,
melainkan ia akan ditutupi celanya oleh Allah pada hari kiamat." (Riwayat
Muslim)
Dari
Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Setiap
ummatku itu dimaafkan, kecuali orang-orang yang menampak-nampakkan -
kejahatannya sendiri. Sesungguhnya setengah dari cara menampakkan - keburukan
sendiri - itu ialah jikalau seseorang melakukan sesuatu perbuatan di waktu
malam, kemudian berpagi-pagi, sedangkan Allah telah menutupi keburukannya itu,
tiba-tiba ia berkata - paginya itu: "Hai Fulan, saya tadi malam melakukan
demikian, demikian." Orang itu semalam-malaman telah ditutupi oleh Allah
celanya, tetapi pagi-pagi ia membukatutup Allah yang diberikan kepadanya
itu." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w. sabdanya:
"Jikalau seseorang Amah - hambasahaya wanita - itu berzina, kemudian
benar-benar nyata zinanya itu, maka hendaklah ia dijalad - sebanyak lima puluh
kali pukulan dengan cemeti - sesuai dengan had yang ditentukan dan jangan
mengolok-oloknya. Kemudian jikalau ia berzina lagi, maka jaladlah pula sebagai
hadnya dan jangan pula diperolok-olokkan. Selanjutnya jikalau ia berzina untuk
ketiga kalinya, maka hendaklah ia dijual saja - dengan menunjukkan perilakunya
yang tercela kepada calon pembelinya - sekalipun dengan harga sebanding dengan
seutas tali dari rambut." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu Hurairah r.a. lagi, katanya: "Nabi s.a.w.
didatangi oleh sahabat-sahabatnya dengan membawa seorang lelaki yang telah
minum arak.. kemudian beliau bersabda: "Pukullah ia-sebagai hadnya."
Abu Hurairah berkata: "Di antara kita ada yang memukul orang itu dengan tangannya,
ada pula yang memukulnya dengan terumpahnya, bahkan ada yang memukulnya dengan
pakaiannya. Setelah orang itu pergi, lalu sebagian orang banyak itu ada yang
berkata: "Semoga engkau dihinakan oleh Allah." Kemudian Rasulullah
s.a.w. bersabda: "Jangan berkata demikian itu, janganlah engkau semua
memberikan pertolongan kepada syaitan - untuk menggodanya lagi." (Riwayat
Bukhari)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan