Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
78
Perintah
Kepada Pemegang Pemerintahan Supaya Bersikap Lemah-lembut Kepada Rakyatnya,
Memberikan Nasihat Serta Kasih-sayang Kepada Mereka, Jangan Menglabui Dan
Bersikap Keras Pada
Mereka,
Juga jangan Melalaikan Kemaslahatan-kemaslahatan Mereka, Lupa Mengurus Mereka
Ataupun Apa-apa Yang Menjadi Hajat Kepentingan Mereka
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan rendahkanlah sayapmu - yakni
bersikap merendahkan dirilah - kepada orang yang mengikutimu dari golongan kaum
mu'minin.” (as-Syu'ara': 215)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Sesungguhnya
Allah menyuruh dengan keadilan, berbuat baik dan memberi sedekah kepada kaum
kerabat serta melarang per-buatan keji, kemungkaran dan kederhakaan. Allah
menasihatkan kepadamu semua, supaya engkau semua dapat memperoleh
peringatan." (an-Nahl: 90)
Dari
Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w.
bersabda:
"Tiap seorang dari engkau semua itu adalah penggembala dan
setiap seorang dari engkau semua itupun akan ditanya perihal penggembalaannya.
Pemimpin adalah penggembala dan akan ditanya perihal penggembalaannya. Seorang
lelaki adalah penggembala dalam keluarganya dan akan ditanya perihal
penggembalaannya. Seorang wanita adalah penggembala dalam rumah suaminya dan
akan ditanya perihal penggembalaannya. Buruh adalah penggembala dalam harta
majikannya dan akan ditanya perihal penggembalaannya. Jadi setiap seorang dari
engkau semua itu adalah penggembala dan tentu akan ditanya perihal
penggembalaannya." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu Ya'la iaitu Ma'qil bin Yasar r.a., katanya: "Saya
mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tiada seorang hamba pun yang diserahi oleh Allah untuk
menggembala suatu penggembalaan - yakni memimpin sesuatu ummat atau bangsa,
lalu ia mati pada hari kematiannya, sedang di kala itu ia dalam keadaan menipu
pada penggembalaanya, melainkan Allah mengharamkan padanya untuk masuk syurga."
(Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat lain disebutkan: "Lalu orang yang diserahi
penggembalaan itu tidak menjaga penggembalaannya dengan nasihatnya - yakni
mengusahakan apa-apa yang bermanfaat untuk rakyatnya dan menolak apa-apa yang
akan membahayakan mereka, maka orang itu tidak akan dapat memperoleh bau
syurga."
Dalam riwayat Imam Muslim juga
disebutkan:
"Tiada seorang amir - pemimpin - yang menguasai urusan
pemerintahan kaum Muslimin, kemudian ia tidak bersungguh-sungguh memberikan
kemanfaatan kepada mereka, juga tidak memberikan nasihat pada mereka - yakni
mengusahakan mana-mana
331
yang baik dan
menolak mana-mana yang tidak baik, melainkan pemimpin itu tidak akan masuk
syurga beserta mereka yang di-pimpinnya itu."
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Saya mendengar
Rasulullah s.a.w. bersabda dalam rumahku demikian:
"Ya Allah,
barangsiapa yang menguasai sesuatu dari urusan pemerintahan ummatku, kemudian
ia membuat kesengsaraan pada mereka, maka berilah kesengsaraan kepada orang itu
sendiri, sedang barangsiapa yang menguasai sesuatu dari urusan pemerintahan
ummatku, kemudian ia menunjukkan kasih-sayang kepada mereka, baik ucapan
ataupun perbuatannya, maka kasih-sayangilah orang itu." (Riwayat Muslim)
654. Dari Abu Hurairah r.a., katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Kaum Bani Israil itu selalu dipimpin oleh para Nabi,
iaitu setiap ada seorang Nabi yang meninggal dunia, maka digantilah oleh Nabi
lainnya. Sesungguhnya saja tiada Nabi lagi sepeninggalku nanti. Akan datanglah
sesudahku beberapa khalifah - para pengganti, maka banyaklah jumlah mereka
itu." Para sahabat berkata: "Apakah yang Tuan perintahkan pada kita
pada saat itu?" Beliau s.a.w. bersabda: "Penuhilah dengan pembai'atan
yang pertama - yakni patuh pada pemerintahan itu serta memerangi orang yang
menen-tangnya, kemudian berilah kepada khalifah-khalifah itu akan hak mereka -
yang wajib dipenuhi-dan mohonlah kepada Allah apa-apa yang semestinya menjadi
hakmu semua - iaitu supaya dikasih-sayangi oleh pemerintahan itu serta
diusahakan mana-mana yang bermanfaat dan dihindarkan dari bencana, kerana
sesungguhnya Allah akan menanya kepada khalifah-khalifah itu perihal cara
penggembalaan mereka kepada ummatnya." (Muttafaq 'alaih)
Dari 'Aidz bin 'Amr r.a. bahawasanya ia masuk ke tempat
'Ubaidullah bin Ziad, lalu ia berkata: "Hai anakku, sesungguhnya saya
pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya
seburuk-buruknya penggembala ialah orang-orang yang keras hati
pada penggembalaannya." Maka dari itu janganlah engkau
termasuk golongan mereka itu." (Muttafaq 'alaih) 55
Dari Abu Maryam al-Azdi r.a. bahawasanya ia berkata kepada
Mu'awiyah r.a.: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang diserahi oleh Allah akan sesuatu
kekuasaan dari beberapa urusan pemerintahan kaum Muslimin, kemudian orang itu
menutup diri - tidak memperhatikan - perihal hajat, kepentingan atau kefakiran
orang-orang yang di bawah kekuasannya, maka Allah juga akan menutup diri -
yakni tidak memperhatikan - perihal hajat, kepentingan atau kefakirannya
sendiri pada hari kiamat."
Sejak saat itu Mu'awiyah lalu mengangkat seseorang untuk
mengurus segala macam keperluan orang banyak."
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud
dan Termidzi.
Keterangan Hadis di atas dapat
diperiksa selengkapnya dalam Hadis no. 193. Harap maklum.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan