Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
21
Tolong-menolong Dalam Kebaikan Dan
Ketaqwaan
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan tolong-menolong engkau semua atas
kebaikan dan ketaqwaan." (al-Maidah: 2)
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amatan shalih, juga
suka sating pesan-memesan dengan kebenaran serta saling pesan-memesan dengan
saling kesabaran." 13 (al-'Ashr: 1-3)
Imam as-Syafi'i rahimahullah mengucapkan
suatu uraian yang
maksudnya ialah
bahwasanya seluruh manusia atau sebagian besar dari mereka itu terlalai untuk
memikir-mikirkan isi kandungan surat ini.
Dari
Abdur Rahman bin Zaid bin Khalid al-Juhani r.a., katanya: "Nabiullah
s.a.w.
bersabda:
"Barangsiapa
yang memberikan persiapan - bekal - untuk seseorang yang berperang
fi-sabilillah, maka dianggaplah ia sebagai orang yang benar-benar ikut
berperang - yakni sama pahalanya dengan orang yang ikut berperang itu. Dan
barangsiapa yang meninggalkan kepada keluarga orang yang berperang -
fi-sabilillah - berupa suatu kebaikan - apa-apa yang dibutuhkan untuk kehidupan
keluarganya itu, maka dranggap pulalah ia sebagai orang yang benar-benar ikut
berperang." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w.
mengirimkan suatu pasukan sebagai utusan untuk memerangi Bani Lihyan dari suku
Hudzail, lalu beliau bersabda: "Hendaklah dari setiap dua orang berangkat
salah seorang saja dari keduanya itu - maksudnya setiap golongan supaya
mengirim jumlah separuhnya, sedang separuhnya yang tidak ikut berangkat adalah
yang menjamin kehidupan keluarga dari orang yang ikut berangkat berperang itu,
dan pahalanya adalah antara keduanya - artinya pahalanya sama antara yang
berangkat dengan yang menjamin keluarga yang Derangkat tadi." (Riwayat
Muslim)
Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah
s.a.w. bertemu dengan sekelompok orang yang berkendaraan di Rawha' - sebuah
tempat di dekat Madinah, lalu beliau bertanya "Siapakah kaum ini?"
Mereka menjawab: "Kita kaum Muslimin." Kemudian mereka bertanya:
"Siapakah Tuan?" Beliau menjawab: "Saya Rasulullah."
Kemudian ada seorang wanita yang mengangkat seorang anak kecil di hadapan
beliau lalu bertanya: "Adakah anak ini perlu beribadat haji?" Beliau
menjawab: "Ya dan untukmu - wanita itu - juga ada pahalanya."
(Riwayat Muslim)
Saling pesan-memesan dengan kebenaran,
yakni tetap dalam ketaatan, keimanan dan keislaman, sedang pesan-memesan dengan
kesabaran, yakni sabar untuk melakukan berbakti kepada Tuhan, melaksanakan
perintah-perintahNya, juga sabar meninggalkan kemaksiatan, kemungkaran serta
menjauhi larangan-laranganNya.
140
181. Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a. dari
Nabi s.a.w. bahwasanya beliau s.a.w. bersabda:
"Juru
simpan yang Muslim dan dapat dipercaya yang dapat melangsungkan apa yang
diperintahkan padanya, kemudian memberikan harta yang disimpannya dengan
lengkap dan cukup, juga memberikannya itu dengan hati yang baik - tidak kesal
atau iri hati pada orang yang diberi, selanjutnya menyampaikan harta itu kepada
apa yang diperintah padanya, maka dicatatlah ia - juru simpan tersebut -
sebagai salah seorang dari dua orang yang bersedekah - juru simpan dan
pemiliknya." (Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat lain disebutkan:
"Yang memberikan untuk apa saja yang ia
diperintahkan." Para ulama lafaz almutashaddiqain
dengan fathah qaf serta nun kasrah, karena tatsniyah atau sebaliknya - kasrahnya qaf serta fathahnya nun,
karena jamak. Keduanya shahih.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan