Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
59
Anjuran
Untuk Makan Dari Hasil Usaha Jangan Sendiri Dan Menahan Diri Dari Meminta Serta
Menuntut Agar Diberi
Allah Ta'ala berfirman:
"Jikalau shalat telah diselesaikan, maka menyebarlah di
bumi dan carilah rezeki dari keutamaan
Allah," hingga habisnya ayat. (al-Jumu'ah: 10)
Dari
Abu Abdillah yaitu az-Zubair bin al-Awwam r.a., katanya: "Rasulullah
s.a.w.
bersabda:
"Niscayalah
jikalau seseorang dari engkau semua itu mengambil tali-talinya - untuk mengikat
- lalu ia datang di gunung, kemudian ia datang kembali - di negerinya - dengan
membawa sebongkokan kayu bakar di atas punggungnya, lalu menjualnya,kemudian
dengan cara sedemikian itu Allah menahan wajahnya - yakni dicukupi
kebutuhannya, maka hal yang semacam itu adalah lebih baik baginya daripada
meminta-minta sesuatu pada orang-orang, baik mereka itu suka memberinya atau
menolaknya." (Riwayat Bukhari)
538. Dari Abu Hurairah r.a., katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Niscayalah
jikalau seseorang dari engkau semua itu mencari sebongkokan kayu bakar dan
diletakkan di atas punggungnya, itu adalah lebih baik daripada meminta-minta
kepada seseorang, kemudian orang yang dimintai itu memberinya atau menolak
permintaannya." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Adalah Nabi Dawud 'alaihis-salam itu tidak suka makan sesuatu, kecuali
dari hasil usaha tangannya sendiri - yakni kerjanya." (Riwayat Bukhari)
Dari
Abu Hurairah r.a. pula, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Nabi Zakariya 'alaihis-salam itu
adalah seorang tukang kayu." (Riwayat Muslim)
541. Dari al-Miqdad bin Ma'dikariba
r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Tidaklah
seseorang itu makan sesuatu makanan, sekalipun sedikit, yang lebih baik
daripada apa yang dimakannya dari hasil usaha tangannya dan sesungguhnya
Nabiullah Dawud 'alaihis-salam itu juga makan dari hasil usaha tangannya."
(Riwayat Bukhari)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan