Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
107
Perintah
Makan Dari Tepi Piring Dan Larangan Makan Dari Tengahnya
Dalam bab ini
termasuk pulalah sabda Rasulullah s.a.w.: "Dan makanlah dari apa-apa yang
ada di dekatmu."
Muttafaq 'alaih, sebagaimana yang
diuraikan di muka.
741. Dari Ibnu Abbas radhiallahu
'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Keberkahan
itu turun di tengah makanan, maka makanlah engkau semua dari kedua tepi makanan
itu dan janganlah makan dari tengahnya."
Diriwayatkan
oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah
Hadis hasan shahih.
Dari Abdullah bin Busr r.a., katanya: "Nabi s.a.w.
mempunyai suatu tempat hidangan yang dinamakan Algharra' - artinya indah,
dibawa oleh empat orang lelaki. Setelah mereka berada di waktu pertengahan
siang serta telah melakukan shalat Dhuha, lalu didatangkanlah hidangan tadi
-yakni telah diisikan roti didalamnya. Orang-orang sama berkumpul
mengelilinginya. Setelah banyak jumlah mereka, Rasulullah s.a.w. duduk
berlutut. Seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri Arab - berkata: "Duduk
cara apakah Tuan ini?" Rasulullah s.a.w. menjawab: "Sesungguhnya
Allah membuat saya sebagai seorang hamba yang mulia dan tidak menjadikan saya
seorang yang keras kepala serta berbuat kesalahan - dan berani menentang kebenaran."
Selanjutnya Rasulullah s.a.w. bersabda pula: "Makanlah dari sekitar
tepi-tepinya saja dan tinggalkanlah puncaknya, tentulah diberikan keberkahan
pada makanan itu."
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan
isnad yang baik.
Dzirwatuha artinya puncak atau bagian yang teratas sekali. Dibaca dengan
kasrahnya dzal - seperti di atas -
atau dengan dhammahnya - lalu berbunyi dzurwatuha.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan