Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
109
Sunnahnya Makan
Dengan Menggunakan Tiga Jari Dan Sunnahnya Menjilati Jari-jari Serta Kemakruhan
Mengusap Jari-jari
Sebelum
Menjilatinya, Juga Sunnahnya Menjilati Piring Dan Mengambil Suapan Yang Jatuh
Daripadanya Terus Memakannya, Juga Bolehnya Mengusap Jari-jari Sesudah Dijilati
Pada Tangan, Kaki Dan Lain-lain Sebagainya
745. Dari Ibnu Abbas
radhiallahu'anhuma,katanya:"Rasulullah s.a.w. bersabda;
"Jikalau
seseorang dari engkau semua mengusap jari-jarinya sebelum menjilatnya
menjilatkannya - kepada orang lain seperti (Muttafaq 'alaih)
makan sesuatu makanan, maka janganlah
untuk
mendapatkan keberkahan - atau kepada anaknya, muridnya dan lain-lain."
Dari Ka'ab bin Malik r.a., katanya: "Saya melihat
Rasulullah s.a.w. makan dengan menggunakan tiga jari. Kemudian setelah beliau
selesai lalu menjilatinya." (Riwayat Muslim)
Dari Jabir r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. menyuruh untuk
menjilati jari-jari dan piring dan beliau bersabda: "Sesungguhnya engkau
semua tidak mengetahui di makanan yang manakah terletaknya keberkahan
itu." (Riwayat Muslim)
Dari jabir r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w, bersabda:
"Jikalau suapan seseorang di antara engkau semua itu jatuh, maka
singkirkanlah kotoran-kotoran yang menempel di situ dan kemudian hendaklah
memakannya serta janganlah ditinggalkan untuk dimakan oleh syaitan. Jangan pula
seseorang itu mengusap tangannya dengan saputangan sehingga ia menjilati
jari-jarinya, sebab sesungguhnya ia tidak dapat mengetahui di makanan yang
manakah terletaknya keberkahan itu." (Riwayat Muslim)
Dari Jabir r.a. pula, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya syaitan itu mendatangi seseorang dari engkau semua dalam
segala hal yang dilakukannya, sampaipun ia datang pula ketika ia makan. Maka
jikalau suapan seseorang di antara engkau semua itu jatuh, maka hendaklah
diambilnya lalu menyingkirkan kotoran yang menempel padanya dan selanjutnya
hendaklah memakannya dan janganlah ditinggalkan untuk dimakan oleh syaitan.
Kemudian apabila ia telah selesai, maka hendaklah menjilat jari-jarinya, karena
sesungguhnya ia tidak mengetahui di makanan yang manakah terletaknya keberkahan
itu." (Riwayat Muslim)
Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila
makan sesuatu makanan, maka beliau menjilati jari-jarinya yang tiga buah - yang
digunakan untuk makan yakni ibu jari, telunjuk dan tengah - dan beliau s.a.w.
bersabda: "Jikalau suapan seseorang dari engkau semua itu jatuh, maka
singkirkanlah kotoran-kotoran yang menempel di situ, selanjutnya hendaklah
memakannya dan janganlah ditinggalkan untuk dimakan oleh syaitan."
378
Beliau s.a.w.
juga menyuruh kepada kita supaya kita mengusap piring - lalu memakan sekali
jikalau ada makanan yang ada di situ -dan beliau s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya engkau semua tidak mengetahui di makanan yang manakah
terletaknya keberkahan itu." (Riwayat Muslim)
Dari Said bin al-Harits bahwasanya ia bertanya kepada Jabir
tentang hal apakah wajib berwudhu' karena makan sesuatu yang terkena oleh api -
yakni yang dimasak dengan api - lalu ia menjawab: "Tidak, sungguh-sungguh
kita dahulu yaitu di zaman Nabi s.a.w. tidak mendapatkan makanan yang dimasak
dengan api itu kecuali sedikit sekali.Jikalau kita menemukan makanan itu, kita
tidak mempunyai saputangan-saputangan - untuk mengusap selesai memakannya -
melainkan yang ada ialah tapak-tapak tangan kita, lengan-lengan kita serta
kaki-kaki kita - maksudnya tapak tangan, lengan dan kaki itulah yang digunakan
untuk mengusap jari-jari setelah selesai makan, seterusnya kitapun lalu
bersembahyang dan kita tidak berwudhu' lagi." (Riwayat Bukhari)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan