Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
91
Menasihati Dan Berlaku Sedang Dalam
Memberikan Nasihat
Allah Ta'ala berfirman:
"Ajaklah kepada jalan Tuhanmu dengan menggunakan
kebijaksanaan dan nasihat yang baik." (an-Nahl: 125)
Dari Abu Wail yaitu Syaqiq bin Salamah, katanya: "Ibnu
Mas'ud r.a. itu memberikan peringatan - nasihat yang berisikan keagamaan -
kepada kita sekali setiap hari Khamis. Kemudian ada seorang yang berkata
padanya: "Hai Abu Abdir Rahman, niscayalah saya akan lebih senang lagi,
jikalau engkau memberikan peringatan kepada kita itu setiap
hari." Ibnu Mas'ud menjawab: "Sebenarnya saja yang
mencegah saya berbuat demikian itu
yakni tidak memberikan peringatan setiap hari - ialah karena
saya tidak senang kalau saya akan menyebabkan bosannya engkau semua.
Sesungguhnya saya menjaga waktu - yakni tidak setiap hari - memberikan nasihat
kepadamu semua ini sebagaimana keadaannya Rasulullah s.a.w. yang juga menjaga
waktu memberikan nasihat kepada kita dahulu, karena takut timbulnya kebosanan
pada kita." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abulyaqdzhan yaitu Ammar bin Yasir radhiallahu 'anhuma,
katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya
panjangnya seseorang dalam bersembahyang dan pendeknya dalam berkhutbah adalah
suatu tanda kepandaian orang itu dalam urusan keagamaan. Oleh sebab itu, maka
panjangkanlah shalat dan pendekkanlah berkhutbah." (Riwayat Muslim)
Dari Mu'awiyah bin al-Hakam as-Sulami r.a., katanya: "Pada
suatu ketika saya bersembahyang bersama Rasulullah s.a.w., tiba-tiba ada
seorang dari kaum yang berjamaah itu bersin, lalu saya mengucapkan:
"Yarhamukallah." Kaum - yakni orang-orang itu -sama melemparkan
pandangan mereka padaku, lalu saya mengucapkan: "Aduh bencana ibuku,
mengapa engkau semua melihat padaku?" Orang-orang itu selalu memukulkan
tangan-tangan mereka pada paha-paha mereka. Setelah saya mengerti bahwa mereka
itu menyuruh saya supaya berdiam lalu sayapun berdiamlah.
Selanjutnya
setelah Rasulullah s.a.w. selesai mengerjakan shalat, maka aduhai ayah dan
ibuku, belum pernah saya melihat seorang gurupun sebelum saat itu dan bahkan
sesudah itu sekalipun yang lebih bagus cara mengajarnya daripada beliau s.a.w.
tersebut. Demi Allah, beliau tidak membentak-bentak padaku, tidak pula
memukulku dan tidak pula mencaci maki padaku. Beliau s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya shalat ini tidak patut di waktu mengerjakannya itu
mengucapkan sesuatu dari ucapan manusia. Hanyasanya shalat itu adalah ucapan
tasbih (Subhanallah), ucapan takbir (Allahu Akbar) serta bacaan al-Quran"
atau seperti itu apa yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w. Saya lalu berkata:
"Ya Rasulullah, saya ini baru saja keluar dari masa jahiliyah, dan Allah
sungguh-sungguh telah mendatangkan Agama Islam ini. Sesungguhnya di antara kita
semua ini ada beberapa orang yang suka mendatangi ahli ramal -pedukunan."
Beliau s.a.w. bersabda: "Jangan engkau mendatangi mereka." Saya
berkata lagi: "Di antara kita ada pula orang-orang yang merasa akan
mendapat nasib buruk." Beiiau s.a.w. bersabda: "Hal itu adalah
sesuatu yang mereka
352
dapatkan dalam
hati mereka sendiri, maka tentulah tidak dapat menghalang-halangi mereka,"
yakni hal itu tidak akan memberikan bekas apapun kepada mereka, baik
kemanfaatan atau kemadharatan. (Riwayat Muslim)
Dari al-'Irbadh bin Sariyah r.a., katanya: "Kita semua
diberi nasihat oleh Rasulullah s.a.w. berupa suatu nasihat yang karena
mendengarnya itu semua hati menjadi takutdan semua mata dapat mengalirkan air
mata." Lalu ia menyebutkan Hadis itu dan sudah lampau keterangan
selengkapnya dalam bab "Perintah memelihara sunnah,"dan sudah kami
sebutkan pula bahwasanya Imam Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
shahih - lihat Hadis no.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan