Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
67
Kemakruhan
Mengharapkan Kematian Dengan Sebab Adanya Bahaya Yang Menimpanya, Tetapi Tidak
Mengapa Jika Karena
Menakutkan Adanya Fitnah Dalam Agama
583. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya
Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Janganlah
seseorang dari engkau semua itu mengharapkan kematian. Jikalau ia seorang yang
dapat berbuat baik, maka barangkali kebaikannya itu dapat ditambahkan olehnya
dan jikalau ia berbuat keburukan, maka barangkali ia bertaubat kepada
Allah." (Muttafaq 'alaih)
Ini adalah
lafaznya Imam Bukhari. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: Dari Abu Hurairah
r.a. dari Rasulullah s.a.w., sabdanya: "Janganlah seseorang dari engkau
semua itu mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa untuk didatangi kematian
itu sebelum kematian itu sendiri datang padanya - tanpa didoakan, sebab
sesungguhnya orang itu apabila telah mati, maka terputuslah amalannya dan
bahwasanya saja tidaklah seseorang mu'min itu bertambah banyak umurnya,
melainkan akan menjadi kebaikan untuknya."
Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharapkan kematian karena
adanya bahaya yang menimpa dirinya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat
demikian, maka hendaklah ia mengucapkan: "Ya Allah, hidupkanlah saya
terus, selama hidup itu menjadi kebaikan untukku dan matikanlah saya jikalau
mati itu adalah lebih untukku." (Muttafaq 'alaih)
Dari Qais bin Abu Hazim, katanya: "Kita semua masuk ke
tempat Khabbab bin al-Aratti r.a. untuk meninjaunya, sedang ia - yang ditinjau
itu - telah berselar - yakni diberi pengobatan dengan memiciskan api di
tubuhnya - sebanyak tujuh kali, kemudian Khabbab berkata: "Sesungguhnya
sahabat-sahabat kita yang telah lalu itu sudah terdahulu. Mereka itu tidak
dikurangi - derajat-derajatnya di akhirat - oleh kecintaan kepada dunia,
sedangkan kita inipun telah memperoleh hartabenda yang kita tidak menemukan
tempat untuk menyimpannya itu kecuali tanah - artinya karena banyaknya dan
berlebih-lebihan dari kebutuhan, maka untuk menyimpannya itu harus digalikan
tanah. Andaikata Nabi s.a.w. tidak pernah melarang kita untuk berdoa agar
segera mendapat kematian, niscayalah saya berdoa untuk itu - artinya hendak
berdoa agar segera mati, sebab sudah jemu di dunia ini.
Selanjutnya pada
ketika yang lainnya lagi kita mendatangi Khabbab lagi dan ia sedang
membangunkan suatu dinding, lalu ia berkata: "Sesungguhnya seorang Muslim
itu pastilah akan diberi pahala dalam segala apa yang dinafkahkannya, melainkan
dalam benda yang diletakkannya dalam tanah ini - yakni apa-apa yang disimpannya
karena berlebih-lebihan dari kebutuhannya." (Muttafaq 'alaih)
Ini adalah lafaz menurut Imam Bukhari.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan