Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
69
Kesunnahan Memencilkan Diri Di Waktu Rusaknya Keadaan Zaman
Atau Karena Takut Fitnah Dalam Agama Dan Jatuh Dalam Keharaman,
Kesyubhatan-kesyubhatan Atau Lain-lain Sebagainya
Allah Ta'ala berfirman:
"Maka oleh karena itu, segeralah berlari kepada Allah,
sesungguhnya saya adalah pemberi peringatan yang terang - dari Allah
padamu." (adz-Dzariyat: 50)
Dari
Sa'ad bin Abu Waqqash r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w.
bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu cinta kepada hamba yang bertaqwa
serta kaya dan tersembunyi - yakni tidak sebagai orang masyhur dan tidak
dikenal orang karena tidak mempunyai kedudukan." (Riwayat Muslim)
Yang dimaksud dengan kata alghani
yakni kaya itu ialah kaya jiwanya-jadi bukan kaya hartabenda, sebagaimana
dijelaskan dalam Hadis shahih di muka - lihat Hadis no. 520.
Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: "Ada seorang lelaki
berkata: "Manakah orang yang paling utama itu, ya Rasulullah?" Beliau
s.a.w. bersabda: "Yaitu seorang mu'min yang berjihad dengan badannya dan
hartanya fi-sabilillah." Kemudian orang itu bertanya lagi:
"Selanjutnya siapakah?" Beliau s.a.w. bersabda: "Kemudian
seorang yang memencilkan dirinya dalam suatu jalanan di gunung - maksudnya suatu
tempat di antara dua gunung yang dapat digunakan sebagai kediaman - dari
beberapa tempat di gunung, untuk menyembah kepada Tuhannya."
Dalam riwayat lain disebutkan: "Karena ia bertaqwa kepada
Allah dan meninggalkan para manusia dari kejelekannya diri sendiri" - jadi
mengasingkan diri dari orang banyak, sehingga tidak akan sampailah kejelekannya
diri sendiri itu kepada orang-orang banyak tadi. (Muttafaq 'alaih)
597. Dari Abu Said al-Khudri r.a. pula,
katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Hampir saja bahwasanya sebaik-baik harta seseorang Muslim
itu ialah kambing yang diikutinya sampai ke puncak gunung serta tempat-tempat
hujan - yaitu tempat-tempat yang banyak rumputnya. Orang itu lari ke sana
dengan membawa agamanya karena takut adanya beberapa macam fitnah." (Riwayat
Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. sabdanya: "Tidak
seorang yang diutus oleh Allah sebagai Nabi, melainkan ia tentu pernah
menggembala kambing." Para sahabat beliau s.a.w. bertanya: "Dan tuan
sendiri - apakah juga menggembala kambing?" Beliau s.a.w. menjawab:
"Ya, sayapun menggembala kambing itu, yaitu di Qararith. Kambing itu
kepunyaan penduduk Makkah." Qararith itu ada yang mengatakan bahwa ia
adalah nama tempat penggembalaan di Makkah, tetapi ada yang mengatakan bahwa
itu adalah nama
311
bagian dari wang
dinar atau dirham, yakni bahwa beliau s.a.w. menggembala itu dengan menerima
upah qararith. (Riwayat Bukhari)
599. Dari Abu Hurairah r.a. pula dari
Rasulullah s.a.w. bahwasanya ia bersabda:
"Setengah
daripada sebaik-baik keadaan kehidupan para manusia ialah seseorang yang
memegang kendali kudanya untuk melakukan peperangan fi-sabilillah, ia terbang
di atas punggungnya. Setiapkali ia mendengar suara gemuruh atau suara dahsyat
di medan peperangan itu ia segera terbang ke sana untuk mencari supaya terbunuh
atau kematian yang disangkanya bahwa di tempat suara gemuruh itulah tempatnya.
Atau seseorang yang memelihara kambing di puncak gunung dari beberapa puncak
gunung yang ada, ataupun di suatu lembah dari beberapa lembah ini. Ia
mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta menyembah Tuhannya sehingga ia
didatangi oleh keyakinan - yakni kematian. Tidak ada dari para manusia itu
kecuali dalam kebaikan." (Riwayat Muslim)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan