Riyadhus Shalihin – Taman
Orang-orang Shalih
Bab
73
Bagusnya Budipekerti
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan sesungguhnya engkau - hai Muhammad - adalah memiliki
budipekerti yang luhur." (al-Qalam: 4)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan pula suka
memaafkan kepada orang banyak," sampai habisnya ayat. (ali-lmran: 134)
Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu adalah
sebaik-baik manusia dalam hal budipekertinya." (Muttafaq 'alaih)
Dari Anas r.a. pula, katanya: "Saya tidak pernah memegang
suatu sutera tebal ataupun sutera tipis yang rasanya lebih halus daripada tapak
tangan Rasulullah s.a.w. Saya juga tidak pernah mencium satu bau-bauanpun yang
lebih harum daripada bau Rasulullah s.a.w. Saya telah melayani Rasulullah
s.a.w. selama sepuluh tahun, maka beliau tidak pernah samasekali mengucapkan
"cis" pada saya, juga tidak pernah bersabda: "Mengapa engkau
lakukan itu," untuk sesuatu yang saya lakukan, atau bersabda:
"Alangkah baiknya kalau engkau melakukan begini," untuk sesuatu yang
tidak saya lakukan." (Muttafaq 'alaih)
Dari as-Sha'bu bin Jatstsamah r.a., katanya: "Saya pernah
memberikan hadiah kepada Rasulullah s.a.w. berupa seekor keledai liar, kemudian
beliau s.a.w. mengembalikannya pada saya. Setelah beliau melihat kecemasan yang
tampak di mukaku, lalu beliau s.a.w. bersabda: "Kita tidak mengembalikannya
itu padamu, melainkan karena kita ini sedang melakukan ihram." (Muttafaq
'alaih)
Dari an-Nawwas bin Sam'an r.a., katanya: "Saya bertanya
kepada Rasulullah s.a.w. perihal kebajikan dan dosa. Beliau s.a.w. lalu
bersabda: "Kebajikan itu ialah baiknya budipekerti dan dosa itu ialah
apa-apa yang engkau rasakan bimbang dalam dada - yakni hati - dan engkau tidak
suka kalau hal itu diketahui oleh orang banyak." (Riwayat Muslim)
Dari Abdullah bin Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya:
"Rasulullah s.a.w. itu bukan seorang yang kotor - baik kata-katanya atau
tindakannya - dan tidak pula seorang yang bersengaja hendak berbuat kekotoran -
baik kata-kata atau tindakannya." Beliau s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya termasuk dalam golongan orang-orang yang terpilih di antara
engkau semua adalah orang yang terbaik budipekertinya." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu darda' r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:
"Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amalannya seseorang
mu'min besok pada hari kiamat daripada baiknya budipekerti dan sesungguhnya
Allah itu membenci kepada seorang yang kotor serta
320
rendah kata-katanya - yakni yang
senantiasa memperbincangkan kemesuman, kejahatan dan Iain-Iain."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia
mengatakan bahwa ini adalah Hadis shahih.
Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. ditanya
tentang apakah sebagian besar amalan yang memasukkan para manusia itu dalam
syurga. Beliau s.a.w. menjawab: "Yaitu bertaqwa kepada Allah dan bagusnya
budipekerti." Beliau ditanya pula tentang apakah sebagian besar amalan
yang memasukkan para manusia dalam neraka. Beliau menjawab: "Yaitu karena
perbuatan mulut dan kemaluan."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia
mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
626. Dari Abu Hurairah r.a. pula,
katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesempurna-sempurnanya
kaum mu'minin dalam hal keimanannya ialah yang terbaik budipekertinya di antara
mereka itu sedang orang-orang yang pilihan di antara engkau semua itu ialah
yang terbaik hubungan - pergaulannya - dengan isteri-isterinya."
Diriwayatkan
oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa Hadis ini adalah hasan shahih.
627. Dari Aisyah radhiallahu 'anha,
katanya: "Saya mendengar Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya
seorang mu'min itu niscayalah dapat mencapai derajatnya seorang yang berpuasa -
pada siang harinya - dan berdiri bersembahyang - pada malam harinya - dengan
sebab kebaikan budipekertinya itu." (Riwayat Abu Dawud)
628. Dari Abu Umamah al-Bahili r.a.,
katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Saya
adalah seorang yang memberikan jaminan untuk memperoleh sebuah rumah dalam
halaman syurga bagi seseorang yang meninggalkan memberikan bantahan, sekalipun
ia merasa dalam kebenaran -apa yang dibantahnya itu, juga sebuah rumah di
tengah syurga bagi seseorang yang meninggalkan dusta, sekalipun dengan maksud
bersenda gurau, demikian pula sebuah rumah di tanah tinggi syurga bagi seorang
yang memperbaiki budipekertinya."
Hadis shahih yang diriwayatkan oleh
Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.
Azza'im
artinya seorang
yang memberikan jaminan. Makna aslinya ialah pemimpin.
Dari Jabir r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya termasuk golongan orang yang paling saya cintai di antara
engkau semua serta yang terdekat kedudukannya dengan saya pada hari kiamat
ialah yang terbaik budipekertinya di antara engkau semua itu, dan sesungguhnya
termasuk golongan orang yang paling saya benci di antara engkau semua serta
yang terjauh kedudukannya dengan saya pada hari kiamat ialah orang-orang yang
banyak berbicara, sombong bicaranya serta merasa tinggi apa yang
dipercakapkannya itu - karena kecongkakannya." Para sahabat berkata:
"Ya Rasulullah, kita semua telah mengerti apa arti orang yang banyak bicara
serta orang yang sombong bicaranya. Tetapi apakah yang dimaksud mutafaihiq itu." Beliau s.a.w.
menjawab: "Mereka itu ialah orang-orang yang sombong - merasa tinggi isi
pembicaraannya."
Diriwayatkan oleh ImamTermidzi dan ia
mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
321
Atstsartsar ialah orang yang banyak bicaranya
secara dipaksa-paksakan sendiri.
Almutasyaddiq ialah orang yang berlagak sombong kepada orang banyak dengan
kata-katanya dan kalau berbicara itu serasa penuh isi mulutnya karena hendak
memfasih-fasihkan serta mengagung-agungkan pembicaraannya sendiri itu. Adapun Almutafaihiq asalnya dari kata fahq, yaitu membuat penuh isi mulut
dengan percakapannya serta meluas-luaskan apa yang dibicarakannya, bahkan
merasa asing - bangga - dengan kata-katanya karena ketakabburan serta perasaan
tingginya dan menampakkan bahwa dirinya adalah lebih utama dari orang lain.
Imam Termidzi
meriwayatkan dari Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah dalam menafsiri arti
"bagusnya budipekerti", ia mengatakan: "Bagusnya budipekerti
ialah manisnya wajah, memberikan kebaikan dan menahan kejahatan."
Tiada ulasan:
Catat Ulasan